cling


Kamis, 20 November 2014

KEISTIMEWAAN YOGYAKARTA

YOGYAKARTA

      Yogyakarta atau Jogjakarta telah dikenal dengan julukan “Keindahan Asia yang Tiada Akhir”. Banyak yang mengatakan bahwa hanya sekali mengunjugi Yogyakarta tidaklah cukup.
Sejumlah hal yang bisa Anda rasakan di Jogja akan menjadi luar biasa. Anda dapat mulai dari keindahan alamnya, kekayaan seni dan tradisi dan warisan budaya, hingga berwisata kuliner. Inilah sebabnya mengapa Jogja menjadi tujuan wisata paling sering dikunjungi kedua di Indonesia setelah Bali.
      Ada sekitar 70.000 industri kerajinan dan fasilitas lain seperti akomodasi dan transportasi. Sejumlah restoran, agen perjalanan, dan sarana pendukung pariwisata yang layak, dan polisi pariwisata yang dikenal sebagai Bhayangkara Wisata.
     Kondisi geografis Jogjakarta yang sangat mendukung, Cuaca yang bersahabat memastikan Anda dapat merencanakan perjalanan dengan baik. Pemandangan yang indah sepanjang jalan membuat perjalanan Anda ke setiap tujuan menjadi berarti dan berkesan.
    Terdapat sekitar 31 tempat wisata budaya dan 19 wisata alam yang indah untuk Anda jelajahi. Datanglah untuk memastikan bahwa Anda tidak melewatkan waktu megunjungi kemegahan candi Borobudur dan Prambanan serta melihat langsung kerajinan perak di Kotagede.
     Selain itu Anda juga dapat mengunjungi Gua Selarong, Pantai Pandansimo, Gunung Gajah, atau Benteng Vredeburg. Untuk mengetahui sejarah kesultanan maka datanglah ke Keraton Yogyakarta dan Tamansari.
     Perjalanan ke Jogja tidak akan lengkap tanpa mampir ke Malioboro. Malioboro adalah sebuah surga belanja. Deretan toko dan outlet menjual beragam cenderamata yang bisa Anda bawa pulang. Di sini Anda dapat mencoba kemampuan tawar-menawar dengan penjual.

Sejarah

     Jogjakarta membentang dari lereng Gunung Merapi di utara hingga  ke pantai Samudera Hindia di selatan. Di sinilah berada Kerajaan Besar di Jawa yaitu Mataram, Ngayogyakarta Hadiningrat.
     Yogjakarta bermula tahun 1755, ketika Mataram dibagi menjadi dua yaitu ke Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta (Solo). Pangeran Mangkubumi membangun Keraton Yogyakarta dan menciptakan salah satu negara Jawa yang paling kuat yang pernah ada. Urusan pemerintahan menegaskan persatuan dua daerah kerajaan untuk menjadi sebuah daerah istimewa dari Negara Indonesia. Penggunaan nama tersebut ada di dalam Maklumat No 18 tentang Dewan-Dewan Perwakilan Rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta (lihat Maklumat Yogyakarta Nomor 18 Tahun 1946 ). Pemerintahan monarki persatuan tetap berlangsung sampai dikeluarkannya UU No 3 Tahun 1950 tentang pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengukuhkan daerah Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah provinsi yang berdasarkan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Selain itu ditambahkan pula mantan-mantan wilayah Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Praja Mangkunagaran yang sebelumnya merupakan enklave di Yogyakarta.
Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dirunut asal mulanya dari tahun 1945, bahkan sebelum itu. Beberapa minggu setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, atas desakan rakyat dan setelah melihat kondisi yang ada, Hamengkubuwono IX mengeluarkan dekrit kerajaan yang dikenal dengan Amanat 5 September 1945 . Isi dekrit tersebut adalah integrasi monarki Yogyakarta ke dalam Republik Indonesia. Dekrit dengan isi yang serupa juga dikeluarkan oleh Paku Alam VIII pada hari yang sama. Dekrit integrasi dengan Republik Indonesia semacam itu sebenarnya juga dikeluarkan oleh berbagai monarki di Nusantara, walau tidak sedikit monarki yang menunggu ditegakkannya pemerintahan Hindia Belanda setelah kekalahan Jepang.
Pada saat itu kekuasaan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat meliputi:
Kabupaten Kota Yogyakarta dengan bupatinya KRT Hardjodiningrat,
Kabupaten Sleman dengan bupatinya KRT Pringgodiningrat,
Kabupaten Bantul dengan bupatinya KRT Joyodiningrat,
Kabupaten Gunungkidul dengan bupatinya KRT Suryodiningrat,
Kabupaten Kulonprogo dengan bupatinya KRT Secodiningrat.
Sedangkan kekuasaan Kadipaten Pakualaman meliputi:
Kabupaten Kota Pakualaman dengan bupatinya KRT Brotodiningrat,
Kabupaten Adikarto dengan bupatinya KRT Suryaningprang.
Dengan memanfaatkan momentum terbentuknya Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Daerah Yogyakarta pada 29 Oktober 1945 dengan ketua Moch Saleh dan wakil ketua S. Joyodiningrat dan Ki Bagus Hadikusumo, maka sehari sesudahnya, semufakat dengan Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta, Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII mengeluarkan dekrit kerajaan bersama (dikenal dengan Amanat 30 Oktober 1945 ) yang isinya menyerahkan kekuasaan Legeslatif pada Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta. Mulai saat itu pula kedua penguasa kerajaan di Jawa bagian selatan mengeluarkan dekrit bersama dan memulai persatuan dua kerajaan.
Semenjak saat itu dekrit kerajaan tidak hanya ditandatangani kedua penguasa monarki melainkan juga oleh ketua Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta sebagai simbol persetujuan rakyat. Perkembangan monarki persatuan mengalami pasang dan surut. Pada 18 Mei 1946, secara resmi nama Daerah Istimewa Yogyakarta mulai digunakan dalam Kesultanan Yogyakarta dan daerah Paku Alaman adalah bagian integral Negara Indonesia.

Transportasi
     Tersedia penerbangan domestik dan internasional ke Yogyakarta. Stasiun Kereta Tugu dekat Jalan Malioboro memiliki kereta cepat dan murah dari Jawa ke daerah lain setiap harinya. Ada juga pelayanan kereta cepat dari Jakarta dan Surabaya. Bus-bus juga beroperasi secara berkala ke candi Borobudur dan Prambanan. Motor dan sepeda dapat Anda sewa dengan harga yang murah.

Masyarakat dan Budaya
   Masyarakat Jogjakarta dikenal dengan keramahan dan kesopanannya. Jika Anda menunjukan kesopanan, maka Anda akan diterima masyarakatnya. Jogja adalah tempat yang damai dan santai jika dibandingkan dengan kota lain di Indonesia. Inilah alasan mengapa banyak orang menganggapnya sebagai kota yang tepat untuk pensiun karena kehidupannya yang tenang dan harmonis. Karena itu pula waktu di sini seolah berjalan lambat.

Kuliner
     Jogjakarta menawarkan banyak kuliner lezat. Salah satu makanan yang terkenal di Jogja adalah Gudeg. Ada juga bakpia, wingko babat, yangko, enting-enting kacang, dll. Anda akan dimanjakan dengan banyak pilihan kuliner menarik di sini.


Sumber : 
www.indonesia.travel/id/discover-indonesia/region.../di-yogyakarta
wibihandika.wordpress.com/2012/11/15/artikel-tentang-yogyakarta/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar