Kisah Nyata Film Boneka Annabelle
Boneka Annabelle bukan hanya mitos namun keberadaannya nyata. Saat ini boneka
terkutuk itu tersimpan di “The Warren's Occult Museum, Connecticut”.
Museum ini didirikan oleh pasangan suami istri pemburu hantu terkemuka di dunia
yaitu, Ed dan Lorraine Warren. Hingga saat ini, museum tersebut merupakan
museum mistis tertua di dunia, dimana di dalamnya tersimpan benda-benda magis
yang berhasil “diamankan” dari peredaran masyarakat awam.
Selain Annabelle, museum yang dikunjungi ratusan ribu pengunjung di seluruh dunia ini, memiliki berbagai koleksi artefak berbahaya. Semuanya menjadi bukti banyaknya praktek-praktek satanisme manusia. Ada Shadow Doll ( Boneka Bayangan ) yang diperoleh di hutan Connecticut. Boneka ini kabarnya bisa hadir dalam mimpi dan membuat anda mati ketakutan. Ada cermin yang digunakan untuk memanggil roh jahat datang ke alam nyata, ada peti mati drakula, ada alat music organ bernama Alters yang suka bermain sendiri semaunya, ada peralatan sihir Vodoo dan banyak lagi. Benda-benda itu berhubungan dengan berbagai kegiatan setan di dunia. Museum yang di dirikan tahun 1952 ini juga menginspirasi banyak film, diantaranya serial FTV Friday The 13 di era 1980.
Diakui banyak ghost investigator, Annabelle memang termasuk benda berbahaya. Saking berbahayanya, pengelola menuliskan peringatan keras agar pengunjung tidak menyentuh atau mencoba bermain-main. Roh jahat yang merasuki boneka, dianggap bertanggung jawab atas banyaknya kecelakaan akibat melakukan kontak dengan benda yang kini dikurung di etalase kaca itu. Pada sebuah laporan investigasi, Annabelle di duga menyebabkan seorang perempuan terluka akibat cakaran di dada.
Banyak usaha telah dilakukan untuk mengusir roh jahat di dalam boneka Annabelle, tapi diyakini, energi negatifnya masih melekat kuat di dalamnya.
Selain Annabelle, museum yang dikunjungi ratusan ribu pengunjung di seluruh dunia ini, memiliki berbagai koleksi artefak berbahaya. Semuanya menjadi bukti banyaknya praktek-praktek satanisme manusia. Ada Shadow Doll ( Boneka Bayangan ) yang diperoleh di hutan Connecticut. Boneka ini kabarnya bisa hadir dalam mimpi dan membuat anda mati ketakutan. Ada cermin yang digunakan untuk memanggil roh jahat datang ke alam nyata, ada peti mati drakula, ada alat music organ bernama Alters yang suka bermain sendiri semaunya, ada peralatan sihir Vodoo dan banyak lagi. Benda-benda itu berhubungan dengan berbagai kegiatan setan di dunia. Museum yang di dirikan tahun 1952 ini juga menginspirasi banyak film, diantaranya serial FTV Friday The 13 di era 1980.
Diakui banyak ghost investigator, Annabelle memang termasuk benda berbahaya. Saking berbahayanya, pengelola menuliskan peringatan keras agar pengunjung tidak menyentuh atau mencoba bermain-main. Roh jahat yang merasuki boneka, dianggap bertanggung jawab atas banyaknya kecelakaan akibat melakukan kontak dengan benda yang kini dikurung di etalase kaca itu. Pada sebuah laporan investigasi, Annabelle di duga menyebabkan seorang perempuan terluka akibat cakaran di dada.
Banyak usaha telah dilakukan untuk mengusir roh jahat di dalam boneka Annabelle, tapi diyakini, energi negatifnya masih melekat kuat di dalamnya.
SEJARAH AWAL BONEKA ANNABELLE
Arsip catatan investigasi suami istri pemburu hantu itu cukup lengkap tentang Annabelle. Menurut laporan, pertama kali sebuah boneka compang camping dibeli dari toko mainan anak-anak di tahun 1970. Donna sebenarnya bukan anak kecil, melainkan seorang mahasiswa penggila boneka. Ibu Donna membelikannya sebagai hadiah ulang tahun. Alasannya simple, boneka itu terlihat kuno dan antic. Lumayan untuk melengkapi koleksi boneka anaknya.
Sebagai mahasiswa perawat, Donna tinggal di apartemen tak jauh dari kampus bersama temannya, Anggie. Boneka tersebut di letakkan begitu saja di tempat tidur. Semuanya berlalu seperti biasa hingga suatu ketika, kedua mahasiswa itu mulai merasa ada yang aneh. Si boneka berpindah-pindah tempat. Saat ditinggal pergi kuliah, boneka di posisi A, namun saat keduanya pulang, boneka ditemukan di posisi B. Makin lama kejadiannya makin ekstrem. Boneka ditemukan di kamar yang sama sekali berbeda dengan kamar sebelumnya. Bahkan ada kasus dimana boneka lusuh itu bergerak meski kedua tuan rumah masih ada di rumah.
Donna dan Anggie akhirnya memutuskan berkonsultasi dengan seorang paranormal. Hal ini dilakukan karena malam sebelumnya, mereka menemukan sejumlah tetesan darah segar di tangan dan dada boneka. Ritual pemanggilan arwahpun diadakan. Melalui sang mediator, keduanya mendapat jawaban.
Arsip catatan investigasi suami istri pemburu hantu itu cukup lengkap tentang Annabelle. Menurut laporan, pertama kali sebuah boneka compang camping dibeli dari toko mainan anak-anak di tahun 1970. Donna sebenarnya bukan anak kecil, melainkan seorang mahasiswa penggila boneka. Ibu Donna membelikannya sebagai hadiah ulang tahun. Alasannya simple, boneka itu terlihat kuno dan antic. Lumayan untuk melengkapi koleksi boneka anaknya.
Sebagai mahasiswa perawat, Donna tinggal di apartemen tak jauh dari kampus bersama temannya, Anggie. Boneka tersebut di letakkan begitu saja di tempat tidur. Semuanya berlalu seperti biasa hingga suatu ketika, kedua mahasiswa itu mulai merasa ada yang aneh. Si boneka berpindah-pindah tempat. Saat ditinggal pergi kuliah, boneka di posisi A, namun saat keduanya pulang, boneka ditemukan di posisi B. Makin lama kejadiannya makin ekstrem. Boneka ditemukan di kamar yang sama sekali berbeda dengan kamar sebelumnya. Bahkan ada kasus dimana boneka lusuh itu bergerak meski kedua tuan rumah masih ada di rumah.
Donna dan Anggie akhirnya memutuskan berkonsultasi dengan seorang paranormal. Hal ini dilakukan karena malam sebelumnya, mereka menemukan sejumlah tetesan darah segar di tangan dan dada boneka. Ritual pemanggilan arwahpun diadakan. Melalui sang mediator, keduanya mendapat jawaban.
Ada seorang bocah kecil berusia 7 tahun bernama Annabelle Higgins. Mulanya dia tinggal dengan penuh bahagia di tanah yang kini menjadi apartemen Donna - Anggie. Namun semuanya tak berlangsung lama. Annabelle ditemukan tak bernyawa persis di tempat dimana kamar keduanya berada. Lewat mediator, roh Annabelle memohon, agar dirinya diijinkan tetap tinggal di dalam boneka. Annabelle tiba-tiba merasa nyaman, punya keluarga, dan dicintai oleh dua mahasiswa itu. Mendengar penuturan ini, Donna terharu. Donna mengijinkan Annabelle tetap berada dalam boneka dan tinggal bersama mereka. Maka inilah awal mula kesalahan besar itu terjadi.
Kesalahan terbesar Donna adalah mengijinkan arwah
Annabelle tetap berada di dalam boneka. Inilah siasat iblis yang berhasil
memanfaatkan kelemahan dan rasa belas kasih manusia.
SERANGAN PERTAMA
Donna memiliki teman laki-laki yang bernama Lou. Lou adalah adik kelas yang diminta menemaninya tinggal di apartemen karena Anggie berencana pindah. Anggie punya pendapat lain tentang Annabelle. Dia tak setuju kawannya itu membiarkan arwah Annabelle tetap berada dalam tubuh boneka.
Sejak pertama kali Lou tinggal di apartemen Donna, Lou merasa risih dengan Annabelle. Baginya, boneka itu sama sekali tidak lucu. Kumuh dan menakutkan. Setiap hendak tidur, Lou berusaha menyingkirkan Annabelle ke dapur. Ini terus berlangsung hingga suatu malam Lou terbangun dari tidur nyenyak. Entah mengapa suasana menjadi sangat berbeda. Dia memandang ke sekeliling tapi tak ada yang aneh. Saat memandang ke bawah, Lou terkejut. Boneka Annabella berjalan menuju ke arahnya. Hanya sepersekian detik, Annabelle tiba-tiba meloncat ke arahnya. Mencekiknya. Lou terasa lumpuh, sesak nafas dan akhirnya pingsan.
Lou siuman keesokan harinya. Dia yakin itu bukan mimpi. Lou makin yakin boneka Annabelle punya kekuatan jahat. Dia berencana mengundang Anggie yang saat itu sudah pindah apartemen untuk berdiskusi. Dia ingin mengajaknya mencari solusi untuk mengusir roh itu tanpa diketahui Donna. Baru saja Lou membukakan pintu bagi Anggie, ketika mendadak terdengar suara berisik dari kamar Donna. Seperti ada yang pecah. Buru-buru Lou mencari tahu apa yang terjadi. Dia masuk ke kamar Donna. Tak ada apa-apa. Cuma Annabelle sedang duduk di sudut kamar. Dengan kesal Lou mengambil boneka itu lalu melemparkannya ke lantai.
Baru beberapa langkah meninggalkan kamar, Lou merasa ada yang mengikutinya dari belakang. Lou berbalik cepat. Tapi sengatan perih segera mendera dada dan perutnya. Darah membanjiri dan membasahi bajunya. Lou berlari ke cermin dan membuka bajunya. Apa yang terjadi ? Tujuh tanda cakaran mengerikan muncul disana. Tiga berbentuk vertical dan empat berbentuk horizontal. Rasanya panas bagai dibakar. Teriakan Lou mengundang Anggie untuk berlari mendekat. Namun lagi-lagi keanehan terjadi. Luka itu sembuh dan hanya menyisakan bercak-bercak darah.
Donna memiliki teman laki-laki yang bernama Lou. Lou adalah adik kelas yang diminta menemaninya tinggal di apartemen karena Anggie berencana pindah. Anggie punya pendapat lain tentang Annabelle. Dia tak setuju kawannya itu membiarkan arwah Annabelle tetap berada dalam tubuh boneka.
Sejak pertama kali Lou tinggal di apartemen Donna, Lou merasa risih dengan Annabelle. Baginya, boneka itu sama sekali tidak lucu. Kumuh dan menakutkan. Setiap hendak tidur, Lou berusaha menyingkirkan Annabelle ke dapur. Ini terus berlangsung hingga suatu malam Lou terbangun dari tidur nyenyak. Entah mengapa suasana menjadi sangat berbeda. Dia memandang ke sekeliling tapi tak ada yang aneh. Saat memandang ke bawah, Lou terkejut. Boneka Annabella berjalan menuju ke arahnya. Hanya sepersekian detik, Annabelle tiba-tiba meloncat ke arahnya. Mencekiknya. Lou terasa lumpuh, sesak nafas dan akhirnya pingsan.
Lou siuman keesokan harinya. Dia yakin itu bukan mimpi. Lou makin yakin boneka Annabelle punya kekuatan jahat. Dia berencana mengundang Anggie yang saat itu sudah pindah apartemen untuk berdiskusi. Dia ingin mengajaknya mencari solusi untuk mengusir roh itu tanpa diketahui Donna. Baru saja Lou membukakan pintu bagi Anggie, ketika mendadak terdengar suara berisik dari kamar Donna. Seperti ada yang pecah. Buru-buru Lou mencari tahu apa yang terjadi. Dia masuk ke kamar Donna. Tak ada apa-apa. Cuma Annabelle sedang duduk di sudut kamar. Dengan kesal Lou mengambil boneka itu lalu melemparkannya ke lantai.
Baru beberapa langkah meninggalkan kamar, Lou merasa ada yang mengikutinya dari belakang. Lou berbalik cepat. Tapi sengatan perih segera mendera dada dan perutnya. Darah membanjiri dan membasahi bajunya. Lou berlari ke cermin dan membuka bajunya. Apa yang terjadi ? Tujuh tanda cakaran mengerikan muncul disana. Tiga berbentuk vertical dan empat berbentuk horizontal. Rasanya panas bagai dibakar. Teriakan Lou mengundang Anggie untuk berlari mendekat. Namun lagi-lagi keanehan terjadi. Luka itu sembuh dan hanya menyisakan bercak-bercak darah.
PENANGANAN AWAL KASUS
Donna yang mendapat laporan kejadian akhirnya terpaksa menyerah. Ketiganya menghubungi Romo Haggens, pastor setempat. Romo Haggens memandang ini adalah kasus roh jahat yang tidak bisa di anggap enteng. Romo Haggens kemudian menghubungi ordo ( biara ) katolik yang punya wewenang dalam urusan ke-paranormal-an. Ordo ini kemudian menugaskan Romo Cooke untuk menangani kasus.
Romo Cooke tidak sendiri. Dia mengajak rekan komunitas paranormal lainnya untuk saling bahu membahu. Diantaranya Romo Jason Bradford dan pasangan suami istri Ed dan Lorraine Warren . Sebagai karib yang telah malang melintang bersama dalam berbagai kasus, Ed dan Lorraine Warren termasuk pro aktif. Ketiga saksi ( Donna, Anggie , Lou ) diundang untuk membuat laporan dan menunjukkan bukti penyerangan sebagai pijakan awal investigasi.
Salah satu bukti yang dibawa adalah secarik kertas bertuliskan “Help Us” dan “ Help Lou “. Berbentuk acak-acakan namun menyeramkan seperti dibuat oleh seorang anak kecil. Tulisan ini seperti permintaan tolong karena Lou selalu bersikap sinis pada boneka.
Dari hasil laporan itu dibuatlah kajian sementara. Arwah Annabelle bukan sekedar arwah biasa. Arwah Annabelle hanya topeng untuk menutupi kehadiran roh lain yang lebih besar. Roh inilah sesungguhnya yang menggerakkan boneka secara ekstrim sehingga mampu menyerang secara spiritual maupun fisik. Donna telah jatuh pada siasatnya dan ini digunakan sebagai pintu masuk untuk menguasai dua teman lainnya. Jika terlambat mengatasi, hanya dalam hitungan dua atau tiga minggu, seluruh penghuni rumah akan terbunuh. Ini adalah pekerjaan iblis.
Donna yang mendapat laporan kejadian akhirnya terpaksa menyerah. Ketiganya menghubungi Romo Haggens, pastor setempat. Romo Haggens memandang ini adalah kasus roh jahat yang tidak bisa di anggap enteng. Romo Haggens kemudian menghubungi ordo ( biara ) katolik yang punya wewenang dalam urusan ke-paranormal-an. Ordo ini kemudian menugaskan Romo Cooke untuk menangani kasus.
Romo Cooke tidak sendiri. Dia mengajak rekan komunitas paranormal lainnya untuk saling bahu membahu. Diantaranya Romo Jason Bradford dan pasangan suami istri Ed dan Lorraine Warren . Sebagai karib yang telah malang melintang bersama dalam berbagai kasus, Ed dan Lorraine Warren termasuk pro aktif. Ketiga saksi ( Donna, Anggie , Lou ) diundang untuk membuat laporan dan menunjukkan bukti penyerangan sebagai pijakan awal investigasi.
Salah satu bukti yang dibawa adalah secarik kertas bertuliskan “Help Us” dan “ Help Lou “. Berbentuk acak-acakan namun menyeramkan seperti dibuat oleh seorang anak kecil. Tulisan ini seperti permintaan tolong karena Lou selalu bersikap sinis pada boneka.
Dari hasil laporan itu dibuatlah kajian sementara. Arwah Annabelle bukan sekedar arwah biasa. Arwah Annabelle hanya topeng untuk menutupi kehadiran roh lain yang lebih besar. Roh inilah sesungguhnya yang menggerakkan boneka secara ekstrim sehingga mampu menyerang secara spiritual maupun fisik. Donna telah jatuh pada siasatnya dan ini digunakan sebagai pintu masuk untuk menguasai dua teman lainnya. Jika terlambat mengatasi, hanya dalam hitungan dua atau tiga minggu, seluruh penghuni rumah akan terbunuh. Ini adalah pekerjaan iblis.
Kejadian Mistis Saat Shooting Film Annabelle 2014
Kepada Media, John Leonetti, sutradara film
Annabelle, membocorkan kisah menyeramkan saat pengambilan gambar. Meski mengaku
belum pernah melihat boneka aslinya secara langsung, namun Leonetti bisa
merasakan bagaimana “ tuah “ setan bekerja.
Ada suatu scene dimana lokasinya diambil di sebuah apartemen kosong tak
berpenghuni. Ketika crew sedang melakukan setting peralatan, crew menemukan
jejak aneh. Jejak itu berupa cakaran tiga jari diatas debu yang membekas
memenuhi jendela ruang tamu.
“ Kalian tahu, hantu di film kami juga cuma memiliki tiga jari “ ujar
sutradara yang juga menangani film The Conjuring ini. Dia mengaku memiliki
foto-foto jejak menyeramkan tersebut.
Seakan menguatkan kesaksian Leonetti, produser Peter Safran juga memberikan
kesaksian lain yang tak kalah aneh. Saat crew mengambil gambar di apartemen
Koreatown, pemeran hantu sudah dalam kondisi full make up. Ketika action
dimulai, tiba-tiba seluruh lampu kaca berjatuhan menimpa actor pemeran petugas
kebersihan. Entah kebetulan atau tidak, tapi naskah di film betul-betul ada
adegan dimana si petugas kebersihan dibunuh oleh hantu, di tempat yang sama
saat insiden lampu kaca jatuh tadi..
“ Cerita fakta benar-benar membuat film ini semakin punya
daya menakut-nakuti orang. Yang saya tahu, boneka itu telah menyebabkan satu
orang meninggal dunia. Sesuatu yang benar-benar gila “. Ujar Leonetti .
Boneka Annabelle adalah salah satu dari sekian catatan
milik pasangan ghost investigator terkemuka, Ed dan Lorraine Warren yang
dikembangkan menjadi karya film. Serial FTV horror, Friday The 13 yang populer
di tahun 1980-an juga terinspirasi dari catatan-catatan investigasi keduanya.
Menurut mediator roh, Annabelle Higgins tadinya seorang
bocah yang hidup bahagia bersama keluarganya di tempat yang kini menjadi
apartement Donna dan Anggie. Bocah itu kemudian ditemukan mati
mengenaskan. Sayangnya dalam catatan The Warren selaku penyelidik boneka
Annabelle, tidak dijelaskan apa penyebab kematian Annabelle.
Ini membuat publik pecinta horor menduga-duga sendiri alasan kematiannya. Sebagai sebuah urban legend yang diceritakan dari mulut ke mulut , sah-sah saja jika ada yang menganggap Annabelle mati karena dibunuh ayahnya sendiri. Annabelle di duga menjadi korban praktek sekte satanisme yang dianut kedua orang tuanya. Versi yang ini agaknya diamini dan dijadikan sumber pengembangan cerita prekuel The Conjuring dalam film “ Annabelle 2014 “ oleh John Leonetti, selaku sutradara.
Ini membuat publik pecinta horor menduga-duga sendiri alasan kematiannya. Sebagai sebuah urban legend yang diceritakan dari mulut ke mulut , sah-sah saja jika ada yang menganggap Annabelle mati karena dibunuh ayahnya sendiri. Annabelle di duga menjadi korban praktek sekte satanisme yang dianut kedua orang tuanya. Versi yang ini agaknya diamini dan dijadikan sumber pengembangan cerita prekuel The Conjuring dalam film “ Annabelle 2014 “ oleh John Leonetti, selaku sutradara.
Siapakah Arwah Annabelle Higgins Yang Asli ?
Jika dihubungkan dengan kajian yang dilakukan oleh Romo
Cooke, Romo Jason Bradford , Ed dan Lorraine Waren, agaknya versi diatas juga
masih nyambung. Menurut kajian tersebut, arwah Annabelle yang merasuki boneka,
dianggap hanya kedok bagi roh jahat yang lebih besar lagi. Dalam sebuah
kesaksian video, eyang Lorraine Waren sebagai pelaku yang masih hidup,
menganggap ini adalah” pekerjaan Demon “ atau sebut saja “ Iblis “.
Buktinya, hingga kini roh dalam boneka sulit sekali dihilangkan. Setiap “ dihajar dan diusir “ dia selalu balik lagi – balik lagi. Bahkan mereka yang mencoba menantang, menguji kesaktian atau semacamnya, selalu berakhir tragis, setidaknya mengalami kecelakaan.
Iblis punya ruang besar untuk “ mencelakai “ dikehidupan nyata ketika diberi tiga pintu masuk. Pintu masuk pertama adalah lewat ritual pemujaan satanis orang tua Annabelle. Pintu masuk kedua adalah lewat peristiwa pembunuhan Annabelle. Pintu masuk ketiga adalah lewat ijin Donna yang mengikhlaskan arwah Annabelle tetap berada dalam boneka. Akibatnya bisa dilihat sendiri, iblis makin kuat melekat dalam tubuh boneka.
Bisa disimpulkan bahwa arwah Annabelle kecil sejatinya tidak bersalah. Dia sengaja dikambing hitamkan oleh iblis. Annabelle akhirnya bukan hanya menjadi korban sewaktu masih hidup, tetapi juga ketika sudah menjadi arwah.
Buktinya, hingga kini roh dalam boneka sulit sekali dihilangkan. Setiap “ dihajar dan diusir “ dia selalu balik lagi – balik lagi. Bahkan mereka yang mencoba menantang, menguji kesaktian atau semacamnya, selalu berakhir tragis, setidaknya mengalami kecelakaan.
Iblis punya ruang besar untuk “ mencelakai “ dikehidupan nyata ketika diberi tiga pintu masuk. Pintu masuk pertama adalah lewat ritual pemujaan satanis orang tua Annabelle. Pintu masuk kedua adalah lewat peristiwa pembunuhan Annabelle. Pintu masuk ketiga adalah lewat ijin Donna yang mengikhlaskan arwah Annabelle tetap berada dalam boneka. Akibatnya bisa dilihat sendiri, iblis makin kuat melekat dalam tubuh boneka.
Bisa disimpulkan bahwa arwah Annabelle kecil sejatinya tidak bersalah. Dia sengaja dikambing hitamkan oleh iblis. Annabelle akhirnya bukan hanya menjadi korban sewaktu masih hidup, tetapi juga ketika sudah menjadi arwah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar